Marhaban Sigalingging, Pengusaha Peduli Lagu Daerah

Nama Marhaban Sigalingging, tidak asing di kalangan pengusaha pertambangan dan politikus khususnya Partai Gerindra, karena pernah menjadi Cawalkot Bekasi yang diusung oleh Partai Gerindra dan bahkan sampai sekarang masih aktif di Partai Gerindra. Untuk selengkapnya klik Marhaban Sigalingging

Bersama istri, AKBP Andi Nurlia SH, MH.
Dengan begitu banyak kegiatan yang sangat menyita waktu, Marhaban Sigalingging masih memiliki semangat untuk melestarikan budaya Bangsa, khususnya dalam seni musik dan lagu. Sebagai lelaki berdarah Batak, Marhaban Sigalingging memiliki kerinduan agar lagu Batak nantinya bisa dikenal lebih luas sampai ke mancanegara.
Sebagai wujud konkrit, Marhaban Sigalingging bersama sahabatnya yang juga penyanyi Lagu Batak, Thamrin Manulang. Menurut Marhaban, karya musik yang dibuat secara duet merupakan satu bentuk karya yang belum pernah digarap para musisi dan produser album Batak selama ini.
“Kita ciptakan album Country Toba, genre musiknya country tapi spesipiknya musik tradisional Batak. Jadi yang kita jual itu bukan penyanyinya, bukan lagunya, tapi kemasannya. Idenya itu yang mahal. Dan kita berpikir, suatu saat penyanyi-penyanyi country atau penggemar lagu-lagu contry akan terkesan dengan album Country Toba dengan kemasan khasnya. Bukan mustahil suatu saat ada orang luar yang tertarik membawa album itu ke negerinya karena ada kemasan unik disana,” kata Marhaban saat ditemui Artista di studio RIS disela keseriusannya menggarap album.
“Kalau hanya sekedar lagu country, buat apa mereka dengarkan di Indonesia ? pergi saja ke negeri asalnya di Amerika sana, mereka sudah pasti lebih puas mendengarnya. Tapi kalau Country Toba, mana mungkin mereka temukan disana, mereka harus mengambilnya ke Indonesia, karena di Country Toba itu mereka temukan sesuatu yang unik yang membuat mereka terkesan dan ingin memiliki. Itulah harapan kita”
Tujuan utama membuat album ini bukan sekedar menjual kaset, tapi ada misi lain yang terkandung didalamnya. Pertama untuk memotivasi para insan musik Batak supaya dapat berkarya lebih baik dan bermakna bagi masyarakat banyak. Dapat menciptakan karya baru menambah kasanah dunia musik Batak biar tidak monoton. Kemudian saya juga berharap, album ini dapat menjadi pembelajaran budaya bagi generasi muda supaya lebih mencintai budayanya sendiri, kata putra Batak yang cukup di kenal di daerah Bekasi, Jawa Barat ini.
Disini kita memberi satu warna dibidang musik etnik, karena kita perlu jati diri, warna diri tersendiri. Kita membuat satu warna untuk musik etnis Batak, mau laku atau tidak laku kaset itu bukan menjadi masalah utama. Yang penting kita sudah berkarya, kita sudah berbuat semaksimal mungkin, dengan menawarkan ide baru. Selanjutnya kita tunggu respon masyarakat untuk ide itu, kalau bagus pasti di terima. Dan saya sangat yakin ide ini dapat diterima masyarakat Batak, karena kemasan warna tersendiri yang kita ciptakan di album ini masih benar-benar warna baru. Biasanya sesuatu yang baru selalu disukai orang, apalagi kualitasnya bagus dan memang spesial seperti album kita ini, katanya rada promosi.
Andaikan karya yang sudah kita kerjakan ini kurang berkenaan ditengah masyarakat, bukan berarti masyarakatnya yang tidak menyukai, tapi Tuhan yang belum berkenaan memberi kita sesuatu berkah dari karya yang kita perbuat.

Saya ingin memberi warna baru di blantika musik pop Batak kita ini, untuk memberi contoh kepada para insan musik dan penggemar musik Batak. Kita berusaha menambah kazasanah warna musik Batak, soal duitnya jangan pikirkan dulu. Supaya ada buktinya kita ini orang Batak yang mampu berbuat yang terbaik bagi masyarakat kita, khususnya dibidang pengembangan seni dan pelestarian budaya peninggalan nenek moyang kita, lanjutnya.

Contoh nyata adalah anaknya sendiri. Marhaban mengaku terus terang kalau kedua anaknya sangat minim pengetahuan soal nilai-nilai luhur budaya Batak. Walau sering dibawa pulang ke bonapasogit, bahkan sudah nyebur di Danau Toba, Marhaban merasa hal itu baru tahap awal sebagai perekat interaksi batin anaknya dengan tanah leluhur ayahnya.
Menurut Marhaban, lewat lagu ciptaaannya yang berjdul “Batak Do Hita”, anaknya ternyata jadi tertarik, dia bahkan menyukai lagu itu dan dia mau menyanyikannya. “Saya yakin lama-lama anak saya juga akan semakin pasih berbahasa Batak, dan lebih mengenal budaya leluhurnya, karena itulah jati dirinya sebagai keturunan orang Batak. Inilah yang kita harapkan, berkarya yang bermakna buat orang lain” kata Ketua Dewan Penyantun Masjid Jami Al Mujahirin serta Dewan Pembina sekaligus Ketua Majelis Taqlim dan Pendiri serta DKM Mushalla Al Fitrah 1 & 2 di Bekasi, Jawa Barat ini.
“Jadi saya awali dari keluarga saya sendiri, saya buat satu karya yang dapat mengedukasi anak saya dan saya berharap hal ini bisa tertular kepada generasi muda Batak lainnya, terutama anak-anak muda Batak yang sudah lahir di perantauan”.
Lewat karya kita berbuat, memotivasi generasi muda Batak supaya benar-benar cinta dengan habatakonnya, bangga dengan tradisi budaya peninggalan nenek moyangnya dan yang paling utama dia dapat menemukan jati dirinya sendiri sebagai manusia yang terlahir berdarah Batak. Supaya dia tidak menjadi “Batak Maya-maya” atau Batak yang tidak mengerti adat tradisi budayanya sendiri, lanjut Komisaris Utama PT. Tima Tambang Sosa dan Direktur PT. Mitra Intimarga ini.

Seperti lagu “Ende Ni Raja Sigalingging” lanjutnya, lagu ini saya ciptakan karena memang belum ada lagu seperti itu, belum ada lagu Raja Sigalinging. Dan lagu ini sengaja saya syuting di lokasi tugu Raja Sigalingging, dan di lokasi-lokasi lainnya yang terkait dengan keturunan Raja Sigalingging, supaya semua keturunan Raja Sigalingging memiliki kebanggaan tersendiri, dan mudah-mudahan dengan lahirnya lagu ini, maka ke depannya akan lahir pula keturunan Raja Sigalingging yang menjadi pejabat, jenderal, tokoh masyarakat, tokoh pemerintahan dan sebagainya. Video Lagu Ende Ni Raja Sigalingging bisa dilihat di sini.Jadi kita sendiri yang dapat menaikkan harkat dan martabat diri kita, bukan orang lain. Kita buat monumen atau tugu untuk Raja Sigalingging untuk menaikkan derajat seluruh keturunan Raja Sigalingging sekaligus memotivasi generasi mudanya supaya lebih mengenal asal-usulnya sebagai keturunan Raja Sigalingging.

“Ini pula yang kita harapkan dari insan-insan musik Batak, bisa berbuat dan berkarya lebih baik, menciptakan sesuatu yang indah didengar sehingga dapat menarik perhatian orang lain. Dan bagaimana menghasilkan karya yang baik itu, tentu tidak terlepas dari kemasannya dan pemasarannya”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here